Sabtu, 21 April 2018

thumbnail

Wenger Yang Akhirnya Rela Meninggalkan Arsenal


Wenger Yang Akhirnya Rela Meninggalkan Arsenal

 

sumber gambar: Owen Humpreys / gettyimages




Arsenal dan Arsene Wenger adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan, bagaimana tidak Wenger adalah pelatih terlama Arsenal, ia telah menukangi Arsenal selama kurang lebih 22 tahun, menangani sebuah tim dengan jangka waktu selama itu tentu tidak dapat dilakukan oleh manajer-manajer era sekarang yang dimana sebuah klub dapat memecat pelatih sesuka hati.

Wenger yang akhirnya mengumumkan mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Arsenal (jumat 20 April 2018), akan meninggalkan Arsenal setelah akhir musim nanti, hal ini tentu membuat para pemain dan manajemen Arsenal sedih dan kaget.

Bagi fans Arsenal yang termasuk dalam kelompok menginginkan Wenger bertahan tentu hal ini menjadi kabar duka bagi mereka sedangkan bagi kelompok yang sudah tidak menginginkan kehadiran Wenger, hal ini tentu menjadi kabar yang menggembirakan.

Sejatinya kontrak Wenger akan berakhir pada tahun 2019, tapi entah mengapa tiba-tiba ia menyatakan akan meninggalkan Arsenal musim ini, padahal Wenger adalah pria yang terkenal akan komitmennya terhadap suatu kontrak dan ia sering mengatakan bahwa ia akan menghormati kontraknya di Arsenal.

Mungkin banyaknya desakan untuk mundur dari pihak luar maupun fans Arsenal sendiri lah yang menjadi salah satu alasan kuat bagi pelatih yang berjuluk The Proffesor membuat keputusan yang masih sulit dipercaya ini.

Selama di Arsenal, Wenger berhasil mempersembahkan tiga trofi Liga Primer Inggris, tujuh piala FA, dan tujuh piala Comunity Shield, sejarah menarik yang diciptakan oleh Wenger adalah membuat Arsenal tak terkalahkan selama satu musim di liga tepatnya pada musim 2003/2004.

Semenjak era The Invicibles Arsenal belum ada klub lain di Liga Inggris yang mampu mengulang prestasi tim asuhan Arsene Wenger ini, Manchester City yang cukup dominan dan sudah menjaadi juara di liga pun belum mampu menjadi tim yang tak terkalahkan dalam satu musim.

Kepergian Wenger di akhir musim nanti pasti akan membuat pemain dan pihak manajemen Arsenal sulit untuk melupakan dirinya, pasalnya Wenger adalah salah satu orang yang membangun dan memberikan kontribusi yang banyak bagi tim berjuluk meriam london.

Membentuk finansial keuangan yang sehat dan kuat serta membangun skuat dari pemain dengan harga murah menjadi pemain bintang dengan harga yang mahal adalah keahlian utama seorang Wenger.

Wenger pun memiliki peran yang besar dalam kepindahan markas Arsenal dari Highbury ke Emirates Stadium, pindahnya markas Arsenal tentu menjadi masa-masa sulit untuk Wenger Karena proses pindah stadion membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga Wenger harus memutar otak dengan kebijakan transfer pemain dan gaji pemain yang diatur dengan ketat oleh Wenger karena Dana Arsenal saat itu pun juga sangat terbatas.

Wenger yang mengumumkan bakal mundur di akhir musim nanti juga menyampaikan pesan yang sangat emosional yaitu "cinta dan dukungannya selalu untuk Arsenal" memang Wenger dengan Arsenal memiliki hubungan batin yang sangat kuat layaknya orang tua dengan anaknya.

Dengan kuatnya finansial dan skuat yang wenger bangun ia berharap pelatih yang akan menggantikannya dapat membuat Arsenal tetap dicintai para fansnya dan tetap menjaga nilai-nilai yang ada di dalam klub, nilai yang dapat dipetik dalam kemunduran Arsene Wenger adalah cinta Wenger terhadap Arsenal yang tidak akan pernah pudar karena dalam kondisi apapun Wenger selalu menunjukkan cintanya terhadap Arsenal


Rabu, 18 April 2018

thumbnail

Mohamed Salah Pria Kebanggaan Liverpool Dan Mesir

Mohamed Salah Pria Kebangaan Liverpool Dan Mesir

 

sumber gambar: www.gettyimages.com

 

Jika mendengar nama Mohamed Salah, pengamat sepak bola sudah tidak asing lagi mendengar namanya, pria berusia 25 tahun ini sekarang sedang menuai banyak pujian berkat penampilan impresifnya saat membela Liverpool maupun timnas Mesir.

Statusnya sebagai top skorer sementara di liga primer Inggris dengan 30 gol, pastinya selalu menjadi andalan bagi tim asuhan Jurgen Klopp dan Hector Cuper, klub atau tim yang memiliki Salah dengan performa epik saat ini, pasti memiliki rasa kebanggan tersendiri.

Ia baru-baru ini berhasil membawa Liverpool lolos ke babak semi final Liga Champions dengan menumbangkan Manchester City di babak perempat final dengan agregat 5-1, ia sendiri mengoyak gawang Ederson sebanyak dua kali.

Mesir terakhir kali merasakan atmosfir piala dunia pada tahun 1990, Namun talenta Salah dapat membantu tim asuhan Hector Cuper menjadi kontestan piala dunia 2018 yang akan digelar di Rusia beberapa bulan lagi,catatan tambahan, Mesir lolos dengan menjadi juara grup e di zona Afrika dan Salah sejauh ini sudah mengantongi 32 gol selama berseragam Mesir.

Pria bertinggi 175 cm ini juga mencatat rekor yang cukup memuaskan di semua kompetisi yaitu dengan 40 gol dan 13 assist, performa ini bisa dibilang adalah performa terbaiknya semenjak karir profesionalnya, ketika melihat performanya di Chelsea tentu kita akan heran melihat transformasinya menjadi salah satu pemain terbaik dunia selama membela Liverpool maupun Mesir, karena ketika ia bermain untuk Chelsea sepertinya Jose Mourinho belum dapat mengeluarkan kualitas Salah yang sebenarnya.

Tapi bermain di Chelsea tentu merupakan pembelajaran bagi pria asal mesir ini untuk mengenal kultur permainan liga Inggris yang mengutamakan kecepatan, intensitas dan fisik pemain, jika ia tidak bermain untuk Chelsea terlebih dahulu mungkin performanya belum tentu bisa seapik sekarang karena harus berapdatasi dengan kerasnya liga Inggris.

Hal menarik lainnya adalah permainan Salah saat ini kerap kali dibanding-bandingkan dengan pemain bintang Barcelona Lionel Messi, dalam hal dribbling dan finishing tenang di depan gawang ini  yang menjadi kesamaan dari antara mereka berdua, finishing Salah yang sangat tenang ketika berada di dalam kotak penalty seolah menjadi ciri khas gol dirinya musim ini.

Salah musim ini juga memiliki hobi melakukan assist sama halnya seperti Messi, tetapi membandingkan seorang Salah dengan Messi bisa juga dinilai terlalu dini sebab performa pemain asal Mesir ini baru dinilai berdasarkan performa musim ini saja, jika Salah dapat menyajikan performa kelas dunia secara konsisten untuk musim-musim kedepannya, kualitas Salah dengan Messi bukan tidak mungkin akan setara,bahkan kualitas Salah pun dapat melebihi Messi.

Tidak adil rasanya membahas kesuksesan seseorang tanpa membahas orang dibalik kesuksesan tersebut, saya rasa orang itu terdapat pada sosok pelatihnya di Liverpool, siapa lagi kalau bukan Jurgen Klopp, taktik dan skema yang diterapkan oleh Klopp menjadi padu ketika ada Salah didalamnya seolah-olah Salah memang diciptakan untuk bermain dibawah asuhan mantan pelatih Borrusia Dortmund ini.

Klopp juga dapat diakui bahwa dirinya dapat mengeluarkan potensi yang berada dalam diri Mohamed Salah, Klopp yang membebaskan pergerakan Salah kian membuat Salah menjadi kreator yang handal dan membuat permainan Liverpool menjadi tidak terprediksi.

Rekan setimnya di Liverpool dan timnas Mesir tentu juga adalah faktor yang telah memaksimalkan kualitas Salah sebagai gelandang serang yang cerdas dan mematikan.performa impresif Salah musim ini tentu akan menjadi penyemangat Salah untuk menjadi pemain terbaik dunia dan pastinya juga untuk membanggakan tim kesayangannya Liverpool dan timnas Mesir.


Rabu, 11 April 2018

thumbnail

Manchester City Gagal Juara Dini, Ini Penyebabnya




Manchester City Gagal Juara Dini, Ini Penyebabnya


sumber gambar: www.gettyimages.com



Fans Manchester City sepertinya harus bersabar dulu, karena klub kesayangan mereka belum bisa mengangkat trofi premiere league lebih awal. Sabtu lalu pada pertandingan derby manchester sejatinya Manchester City mampu menjadi juara premiere league jika dapat mengalahkan Manchester United, namun Manchester City malah takluk dengan skor 2-3.

Gol Manchester City diciptakan oleh Vincent Kompany dan Ilkay Gundogan dan gol balasan Manchester United diciptakan oleh sepasang gol Paul Pogba dan satu gol dari Chris Smalling. Di pertandingan kali ini Manchester City mampu unggul terlebih dahulu, tapi semangat juang dari tim asuhan Jose Mourinho dapat membalikkan keadaan.

Sepertinya Mourinho mendapat pembelajaran dari Liverpool yang dapat mengalahkan Manchester City dua kali dalam musim ini, Liverpool saat itu mengandalkan teknik serangan balik dan high pressing yang dapat membuat Manchester City pontang-panting, hal serupa juga diterapkan Mourinho saat menghadapi Manchester City.

Umpan panjang dan serangan balik ternyata sangat manjur untuk mengatasi perlawanan dari Manchester City, saat babak pertama berlangsung Manchester City  dan Manchester United saling melakukan jual beli serangan, tetapi Manchester City mampu memanfaatkan peluang dengan menyarangkan dua gol, sehingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Di babak kedua Manchester United mengubah pola permainan yaitu dengan strategi counter attack dan mematikan pergerakan pemain sayap lincah Leroy Sane dan Raheem Sterling terbukti dapat menghentikan serangan tim asuhan Pep Guardiola, dan membalikkan menjadi menjadi 2-3.

Yang menjadi sorotan pada laga derby manchester ini adalah gelandang Manchester City yaitu Paul Pogba, pemain berkebangsaan perancis ini mampu mencetak dua gol dalam kurun waktu kurang dari dua menit saja, hal tersebut pun menjadikan Pogba pemain pertama yang dapat menciptakan dua gol ke gawang Manchester City setelah Wayne Rooney yang melakukan hal serupa pada tahun 2012 silam.

Pogba yang diperintahkan untuk bertahan dan menyerang membuat dirinya menjadi gelandang serba bisa dan mampu membayar kepercayaan pelatih, memasukkan Pogba mungkin adalah perjudian bagi Mourinho Karena Pogba musim ini performanya tidak konsisten dan tidak sedikit pihak yang mengecam performa buruk yang ditampilkan Pogba.

Namun pada pertandingan derby manchester ini sepertinya Jose Mourinho boleh merasa puas dan bangga terhadap keputusannya menurunkan pogba dalam skuat, dan Paul Pogba bisa dibilang adalah salah satu aktor utama yang menyebabkan Manchester City gagal meraih trofi lebih awal.

Manchester City yang takluk dari Manchester United sebenarnya penampilannya tidak begitu buruk, apalagi jika melihat statistik, Manchester City malah mendominasi dalam ball possesions dan dalam menciptakan peluang gol, namun karena kurang efektifnya penyerang dalam menciptakan gol dan lini pertahanan yang sempat lengah hal tersebutlah yang dimanfaatkan oleh tim Jose Mourinho secara maksimal.

Sebelum pertandingan besar ini dimulai banyak yang memprediksi the citizens akan memenangkan pertandingan, the reds devil yang sebelumnya agak diremehkan mampu menjadi mimpi buruk bagi Manchester City, Manchester City musim ini mampu tampil sangat konsisten dan mampu menunjukkan dominasi.

Mereka tercatat baru kalah 2 kali saja di premier league yaitu dari Liverpool dan yang terbaru Manchester United, namun lagi lagi sepertinya taktik yang diterapkan oleh Klopp dan Mourinho dapat melumpuhkan taktik Pep Guardiola dan mengekspos kelemahan Manchester City.

Jadi pastinya Guardiola akan membenahi performa timnya agar tampil lebih solid, pada pertandingan selanjutnya pun Manchester City akan bertemu tim-tim tangguh Liverpool dan Tottenham, hal ini tentu akan membuat Pep Guardiola memutar otaknya.



Sabtu, 07 April 2018

thumbnail

Keoptimisan Arsenal Akan Peluang Terakhirnya



Keoptimisan Arsenal akan Peluang Terakhirnya 

sumber gambar: www.gettyimages.com

Musim ini tim yang berjuluk the gunners yaitu Arsenal tengah mengalami periode yang buruk, di liga domestik tim asuhan Arsene Wenger ini hanya berada di posisi enam, posisi yang harusnya dihuni oleh tim-tim kelas menengah.

Beberapa pekan yang lalu Arsenal berkesempatan untuk meraih gelar pertamanya untuk musim ini, tapi sayang Arsenal malah takluk dari Manchester City dengan skor 3-0 dalam laga final Carabao Cup, di kompetisi FA Cup pun Arsenal sudah gugur, maka dari itu performa Arsenal musim ini bisa dibilang sangat tidak memuaskan.

Penampilan tim yang inkonsisten memberi dampak yang sangat buruk bagi Ozil dkk, namun ada angin segar untuk fans meriam london yaitu performa impresif Arsenal di liga Europa, hari jumat dini hari lalu Arsenal berhasil membantai tim asal Russia CSKA Moskow dengan skor telak 4-1 pada tahap perempat final.

sebelumnya di tahap 16 besar Arsenal juga mampu menyingkirkan tim asal Italia AC Milan dengan agregat 5-2, penampilan tersebut menunjukkan bahwa Arsenal masih memiliki tekad yang kuat untuk mendapatkan trofi di kompetisi liga Europa ini serta mengincar jatah tiket liga Champions.

bisa dibilang liga Europa adalah opsi terakhir untuk menunjukkan kualitas Arsenal yang sesungguhnya, jika tidak memaksimalkan peluang ini, Arsenal akan di cap sebagai tim medioker alias tim menengah, jika ditinjau dari skuat Arsenal mempunyai masalah di lini belakang.

Di liga inggris sendiri Arsenal sudah kebobolan 41 gol yang menandakan keroposnya Arsenal di lini belakang, padahal di bursa transfer musim dingin yang lalu, Arsenal mempunyai kesempatan untuk memperkuat lini belakang tetapi tidak ada transfer untuk pemain belakang berkualitas yang terwujud.

Satu-satunya pemain belakang yang dibeli adalah Mavropanos yang dibeli dari klub Yunani PAS Giannina, namun usianya masih terlalu muda untuk dimasukkan kedalam skuat inti, pembelian striker Aubameyang dan gelandang serang Mkhytaryan sukses membantu performa Arsenal musim ini.

Di lapangan dua pemain ini mempunyai koneksi yang kuat satu sama lain karena sebelumnya dua pemain ini pernah membela klub yang sama yaitu Borrusia Dortmund, jadi wajar saja jika dua pemain ini bisa mendongkrak performa Arsenal yang sedang naik turun, walaupun hanya mkhytaryan yang dapat bermain di liga Europa.

Solusi terbaik untuk meningkatkan performa the gunners pastinya adalah mengubah sistem pertahanan agar lebih kokoh dan disiplin, jika masalah pertahanan sudah diatasi bukan tidak mungkin Arsenal bakal mencicipi gelar liga Europa.

Lawan yang kemungkinan besar bisa menjadi hambatan untuk meraih trofi Liga Europa adalah Atletico Madrid, tim yang menggunakan gaya permainan bertahan ini pastinya harus diwaspadai, selain karena tim asuhan Diego Simeone juga mempunyai kedalaman skuat yang cukup baik .

Apalagi Atletico Madrid mempunyai striker kuat dan haus gol yang ada pada diri Diego Costa, Diego Costa adalah salah satu penyerang yang tahu caranya menyarangkan gol ke gawang Arsenal, jika Arsenal nantinya akan bertemu Atletico Madrid bek Arsenal wajib menghadang setiap pergerakan dari Costa.

Arsene wenger yang didesak fans untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih, ditugaskan untuk membangkitkan performa Arsenal pada sisa laga musim ini, jika tidak dapat menjalankan tugas tersebut, Wenger kemungkinan besar akan dipecat oleh manajemen Arsenal.

Faktor kecermatan Arsene Wenger untuk meracik strategi tentu akan menjadi penentu untuk menjalani sisa musim 2017/2018 dan mengoptimalkan upaya untuk meraih juara di liga Europa yang bisa dikatakan sebagai peluang terakhir Arsenal.


Kamis, 05 April 2018

thumbnail

Performa Apik Real Madrid Di Liga Champions, Calon Juara?




Performa Apik Real Madrid Di Liga Champion, Calon Juara ?

sumber gambar: www.gettyimages.com



Liga champions (UEFA Champions League) sudah sampai pada tahap perempat final.

Delapan tim tersebut ialah: AS Roma, Bayern Muenchen, Barcelona, Juventus, Liverpool, Manchester City, Sevilla dan Real Madrid. Delapan tim ini pasti akan mati-matian demi mendapatkan si Telinga Besar, namun kali ini saya akan fokus terhadap performa Real madrid di Liga Champions musim ini.

Apakah Real Madrid adalah calon juara?
Jika madrid mampu menjadi juara Liga Champions lagi musim ini, maka los blancos akan membuat kembali membuat sejarah lagi yaitu memenangkan Liga Champions tiga musim berturut-turut, dan belum ada satu tim pun yang bisa mencapai prestasi tersebut.

apa madrid bisa menjadi juara lagi?
Jawabanya adalah bisa, walaupun tim yang tersisa adalah lawan-lawan yang tangguh, bukan berarti tim asuhan zinedine zidane menjadi gentar, apalagi jika berbicara sejarah, Real Madrid adalah salah satu momok yang paling menakutkan bagi tim lawan. Bagaimana tidak, saat ini mereka adalah peraih trofi Liga Champions terbanyak yaitu 12 trofi, pastinya hal tersebut dapat memotivasi Christiano Ronaldo dkk untuk menciptakan sejarah lagi di Liga Champions

Zidane musim lalu juga mampu membawa madrid menjadi kampiun, modal tersebut pastinya menjadi tolak ukur, mengapa madrid dapat menjadi juara lagi.
 
Baru-baru ini yang menjadi tumbal kekalahan Los Blancos adalah Juventus di ajang Liga Champions babak perempat final, dimana yang mencetak gol adalah Christiano Ronaldo(2 gol) dan Marcelo (1 gol) yang membawa kemenangan untuk tim tamu dengan skor 0-3.
Walaupun masih ada leg kedua, untuk mengejar ketertinggalan tersebut nampaknya adalah misi sulit untuk Juventus, apalagi yang harus dihadapi adalah tim yang mampu menjadi juara dalam dua musim berturut-turut.


Faktor kualitas tim biasanya dijadikan parameter seberapa jauh tim tersebut dapat melangkah, dan kualitas tim ada pada madrid. Kehilangan pemain seperti James Rodriguez, Alvaro Morata tidak menjadikan madrid tidak mempunyai kualitas kedalaman skuat yang mumpuni, madrid masih mempunyai pemain berkelas seperti Ronaldo, Bale dan gelandang kreatif Modric dan toni kroos.
Di semua lini madrid sangat berbahaya, kecuali Benzema yang tampil inkonsisten musim ini.


Zidane musim ini juga dituntut untuk memenangkan ajang Liga Champions ini, hal tersebut terjadi lantaran klub raksasa ini sudah tidak memungkinkan untuk juara di La Liga dan sudah tersingkir dari kompetisi Copa Del Rey. Maka dari itu mau tidak mau Zidane wajib membawa madrid juara, terdengar juga kabar bahwa madrid akan mendepak Zidane dari kursi kepelatihan, Zidane tentu akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghapus keraguan dari berbagai pihak.
 
Jika Zidane mampu menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pelatih, tentu ada kemungkinan Zidane dapat dipercaya lagi oleh manajemen madrid, untuk menuai lebih banyak lagi prestasi untuk musim depan.

Apa yang menjadi faktor dalam performa apik Real Madrid?
Pastinya adalah kekuatan dari tiap pemain dan arahan pelatih, tapi yang paling mencolok adalah Ronaldo, walau sudah termakan usia, hal tersebut tidak menjadi halangan untuk pria berkebangsaan portugal ini. Musim ini di ajang Liga Champions Ronaldo mampu menjadi top skorer sementara yaitu 14 gol dan dapat mencetak gol-gol yang spektakuler, jadi Ronaldo pasti akan dijadikan pemain andalan untuk menuju tangga juara
Performa apik Real Madrid di Liga Champions musim ini sepertinya akan amat disayangkan jika tidak dibarengi dengan trofi. Yang menjadi tugas madrid selanjutnya adalah meneruskan performa apik tersebut.


Senin, 02 April 2018

thumbnail

Manchester City terkuat, Ini Dia Rahasianya



Manchester City Terkuat, Ini Dia Rahasianya





Musim ini manchester city berada diatas angin, khususnya di liga inggris.
Di liga domestik the citizens hanya takluk dari liverpool saja, mengagumkan bukan. Ada pula pernyataan Mancini terhadap manchester city "dia setidaknya punya enam pemain menyerang untuk dirotasi di depan yang membuat mereka mematikan, bahkan lebih mematikan dari barcelona " Kata Mancini di lansir di mirror. Memang musim ini manchester city mengalami peningkatan secara secara signifikan dari segi skuat, taktik dan performa, hal itu juga tak lepas dari campur tangan sang pelatih, siapa lagi kalau bukan Pep Guardiola. 
Ditangan Pep Guardiola manchester city menjadi tim yang menakutkan bagi kompetitor lainnya. Kira-kira mengapa performa manchester city musim ini sangat luar biasa ?
ini dia rahasianya




1. Pembelian Pemain Yang Tepat Di Bursa Transfer

Pembelian pemain saat bursa transfer, merupakan salah satu aktivitas untuk memperkuat tim. Dalam hal ini the citizens sering mendapat sorotan, dikarenakan termasuk boros dalam membeli pemain, tetapi walaupun membeli pemain dengan harga selangit. Hal itu juga berbuah manis karena tim Aguero dkk mampu berada di puncak klasemen liga inggris dengan memperoleh 84 poin. Diikuti dengan manchester united di posisi kedua yang memperoleh 68 poin, jadi pembelian besar-besaran pun terbayar dengan performa saat ini.



2. Taktik Yang Diusung Pep Guardiola  

Taktik didalam sepak bola adalah suatu faktor untuk menentukan kemenangan sebuah tim. Taktik yang diracik oleh Pep Guardiola terbukti dapat berjalan mulus, Pep terkenal suka bereksperimen dengan taktik maupun formasi. Formasi yang sering menjadi andalan Pep adalah 4-1-4-1 dan 4-3-3, gaya permainan menyerang dengan kreativitas tinggi sering diterapkan oleh pelatih berkepala pelontos ini, sehingga pertahanan dari tim lawan harus waspada terhadap serangan bertubi-tubi dari manchester city.



3. Banyaknya Pemain Berkualitas

Dalam segi kualitas pemain, tim asuhan Pep Guardiola bisa dibilang rajanya, Sergio Aguero, Kevin De Bruyne, Leroy Sane dan David Silva adalah bukti dari kualitas tim yang bermarkas di Etihad Stadium ini.
Di semua lini manchester city sangat komplit, mulai dari lini pertahanan, tengah dan lini serang. Jadi wajar saja jika manchester city mampu tampil konsisten di liga domestik dan Eropa.



Faktor-faktor diatas sepertinya masuk akal 
untuk dijadikan alasan mengapa manchester city dapat mengalami musim yang spektakuler. sejauh ini manchester city sudah berhasil meraih satu gelar juara, yaitu juara piala liga (carabao cup). Dan masih berada di kompetisi UEFA champions league.
Kemungkinan besar sebentar lagi the citizens pun, akan dinobatkan sebagai juara liga primer inggris musim 2017/2018.



Bagaimana pendapat anda tentang performa manchester city musim ini?
Apakah manchester city dapat meraih treble winner?
Layak untuk ditunggu.
 



Minggu, 01 April 2018

thumbnail

5 Kandidat Juara Piala Dunia 2018

5 Kandidat Juara Piala Dunia 2018




Piala  dunia 2018 hanya tinggal hitungan bulan saja. Ajang prestisius yang diikuti oleh seluruh benua ini, akan dimulai pada 14 juni 2018 yang akan datang, dan akan diselenggarakan di rusia.
piala dunia kali ini pasti akan menarik untuk ditonton, walau timnas Belanda, Amerika Serikat, Chile dan italia tidak bisa hadir dalam gelaran piala dunia kali ini. Namun piala dunia tetap dapat dinikmati dan dipercaya akan melahirkan talenta-talenta muda berbakat.

Jadi pada kali ini saya membuat daftar 5 kandidat juara piala dunia 2018, langsung saja kita lihat siapa saja.

1. Jerman

Pastinya jerman adalah salah satu negara yang paling berpotensi memenangkan ajang piala paling bergengsi sedunia ini. mengapa? yang pertama, karena status mereka saat ini adalah juara bertahan, jadi pastinya tim asuhan joachim law akan tampil dengan percaya diri, ditambah lagi mereka barusan memenangkan piala konfederasi pada tahun 2017 yang lalu. Memang jika melihat prestasi tim jerman akhir-akhir ini, bisa dibilang cukup membanggakan, ditinjau dari segi kedalaman skuat, jerman bisa dibilang gudangnya pemain berkualitas. Pemain seperti mesut ozil, manuel neuer, jerome boateng dan pemain muda seperti julian draxler dan timo warner adalah bukti dari kualitas skuat Der panzer.


2. Perancis

Tim yang menjadi runner up pada ajang UEFA EURO 2016 ini, pastinya juga akan tampil maksimal.

Perancis saat ini juga mempunyai banyak pemain berkualitas, lacazzette, giroud dan griezmann siap menjadi ujung tombak Les blues. Skuat Perancis juga memiliki pemain muda mematikan, contohnya saja kylian mbappe dan ousmane dembele, di usia yang sangat muda mental mereka sudah sangat teruji. Mereka juga bermain untuk tim kelas atas. Perancis pastinya akan berambisi juara dan mengulang kesuksesannya pada tahun 1998.

3. Brasil

Rasanya tidak mungkin untuk tidak menaruh brasil dalam daftar ini. Tim yang terkenal dengan permainan yang khas ini, pastinya ditunggu-tunggu oleh pecinta sepak bola seluruh dunia. Bagaimana tidak Brasil saat ini adalah negara dengan pemegang piala terbanyak pada ajang ini dengan total 5 piala, Tapi ada satu yang menjadi kekuatiran tim asuhan Adenor Leonardo Bacchi atau yang akrab disapa tite yaitu cederanya pemain bintang mereka Neymar. Padahal banyak yang memprediksi Neymar bakal tampil cemerlang, gangguan cedera pada Neymar sepertinya tidak akan terlalu membuat sang pelatih pusing, karena ada coutinho yang siap bermain di posisi serupa.

4. Spanyol

Spanyol juga adalah salah satu kandidat juara, pada piala dunia terakhir yaitu pada tahun 2014, mereka tidak mampu keluar sebagai juara. Alih-alih untuk merebut gelar juara, timnas spanyol bahkan tidak mampu lolos di babak pertama(penyisihan grup). Tapi sepertinya Spanyol akan kembali pada performa keemasan mereka, hal ini dapat kita lihat pada pertandingan persahabatan internasional kala menghadapi Argentina dengan hasil 6-1 yang dimenangkan oleh tim asuhan Julen Lopetegui. Berdasarkan hasil tersebut la furia roja siap bertarung sampai titik darah penghabisan.

5. Argentina

Tim yang dipimpin Jorge Sampaoli juga masuk daftar kali ini, tim ini memiliki banyak sekali kualitas khususnya di lini serang, dan Argentina juga memiliki pemain terbaik dunia, siapa lagi kalau bukan lionel messi. Pemain kidal ini, akhir-akhir ini belum mampu membuktikan diri di kancah internasional, maka dari itu piala dunia 2018 pasti akan menjadi ajang pembuktian bagi messi.
Namun tim tanggo mempunyai masalah dalam menampilkan performa terbaiknya, yaitu karena belum mampu tampil solid. Tugas dari Jorge Sampaoli adalah harus bisa meracik strategi yang luar efektif dan ampuh untuk membangkitkan timnas Argentina.


Nah, itu dia 5 kandidat juara piala dunia 2018
daftar ini saya buat berdasarkan pengamatan: terkait kualitas manajer, pemain dan tentunya sejarah yang ada. Tapi jangan lupa negara lain juga dapat memenangkan piala dunia di Russia ini. soalnya ada pepatah: bola itu bundar, yang artinya apa saja bisa terjadi di dalam sepak bola.

Siapa negara yang menjadi favoritmu dalam ajang piala dunia 2018?
tulis di kolom komentar di bawah ini.





Senin, 26 Maret 2018

thumbnail

Penerapan VAR di Piala Dunia 2018 Apakah Sudah Tepat?

Penerapan VAR Di Piala Dunia 2018 Apakah Sudah Tepat ?

 

 

Kali ini saya akan membahas tentang penerapan teknologi VAR di Piala Dunia 2018.

Tapi sebelum membahas tentang teknologi VAR, mungkin masih ada yang belum tahu apa itu VAR.
Teknologi VAR (video assistant referee) adalah teknologi yang digunakan dalam pertandingan sepak bola, dan tujuannya adalah membantu wasit dalam hal gol, pelanggaran, atau hal teknis lainnya.

Teknologi VAR pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016.
pertandingan pertama yang menggunakan teknologi ini adalah Italia vs Perancis
pada laga persahabatan 1 september 2016 yang lalu. 
Liga top eropa seperti Bundesliga dan Serie A juga sudah menggunakan teknologi ini.

Memang dalam sepak bola lekat dengan namanya drama dan kontroversi contohnya saja gol Frank Lampard yang tidak disahkan oleh wasit, pada pertandingan inggris menghadapi jerman di ajang piala dunia 2010.
Padahal dalam rekaman ulang, jelas terlihat bola yang ditendang Frank lampard dari luar kotak penalti sudah masuk melewati garis gawang.

Tapi banyak pengamat atau pecinta sepak bola menganggap kelalaian-kelalaian seperti itu adalah seni dalam sepak bola.

kalau saya sih kurang sependapat, karena sudah terlalu banyak kontroversi yang terjadi dalam sepak bola sampai saat ini. Sehingga kontroversi tersebut pun seringkali merugikan salah satu tim.

Saya pastinya mendukung teknologi VAR untuk membantu keputusan wasit.
Tapi menurut saya VAR masih perlu dibenahi , karena VAR sendiri masih punya kekurangan. Salah satu contohnya: terkadang penggunaan VAR terlalu mengulur waktu saat jalannya pertandingan.
Jika teknologi VAR sudah efektif dan efesien, Pasti pertandingan sepak bola akan lebih adil dan semakin seru.

jadi bagaimana tanggapan anda tentang penerapan teknologi di piala dunia 2018 ini,
Apakah sudah tepat .?